Selasa, 22 November 2011

Selamat Datang Fayruz

Fayruz Ilyas Dzulfarhandy,
itulah nama yg kami berikan kepada buah hati tercinta kami,
yg hadir di dunia ini pada hari Kamis tanggal 18 Desember 2008.
nama itu kami berikan pada hari ke-7 kelahirannya,
yaitu ketika aku menyembelih sendiri kambing untuk keperluan aqiqahnya,
kemudian mencukur rambutnya.
nama Fayruz, kuambil dari nama seorang 'ulama pengarang kitab alQomus, Fairuz 'Abadi,
Ilyas, nama yg diinginkan ibunya,
sedangkan Dzulfarhandy, berarti lahir bulan Dzulhijjah - Fayruz anak Roya Heranti dan Edy.
lahir di sebuah klinik bersalin sederhana (dengan bantuan bidan) di daerah Duri Kosambi Jakarta Barat,
dengan berat 3,14 kg dan panjang 30cm
alhamdulillah, dia dilahirkan dengan proses yang normal.


ketika itu
awalnya,aku (ayah), ibu dan neneknya sempat merasa khawatir,
krn sudah lewat dari tanggal HPL (hari perkiraan lahir), ternyata ibunya msh blm merasakan kontraksi jg,
yg jika kondisinya terus seperti itu, maka terpaksa kami akan tempuh jalan induksi.
sehari sebelum dia dilahirkan,
aku mengajak ibunya untuk pergi ke kolam renang, agar bs merangsang kontraksi,
walaupun sempat cemas jg kalau sampai benar2 terjadi kontraksi tp ketika kami msh di jalan, bs bahaya

(krn lokasinya cukup jauh dari rumah, skitar 1 jam perjalanan menggunakan motor),
namun alhamdulillah, krn kekhawatiran tersebut akhirnya tidaklah terbukti,
kami sampai di rumah tanpa ada suatu masalah.


sesampainya di rumah, cuaca mendung, hujan mulai turun rintik2

dan istriku, darinya masih blm terlihat jg tanda2 kontraksi itu,
akhirnya setelah kami sholat Dzuhur, kuputuskan bahwa aku sendirilah yg akan membantu merangsang kontraksinya tersebut.
setelah itu, kami pun beristirahat,
tidur sejenak melepas lelah, setelah bbrapa hari sebelumnya kami kelilingi kota Jakarta ini
untuk survey dmn tempat yg akan dipilih sbg tempat yg terbaik untuk kelahiran si calon buah hati.



Adzan sholat Ashar mulai terdengar saling bersautan,
aku terbangun untuk melaksanakan kewajiban, dan istriku pun sudah mulai menunjukkan tanda2 yg selama ini ditunggu.
seusai sholat, kami periksa
ternyata benar, nampaknya darah nifas itu sudah keluar. kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke tempat persalinan.

namun trnyata ada sdikit masalah, hujan di luar kala itu blm jg reda,
rintik2 hujan masih bs dirasa.
aku pun mulai merasa bimbang,
jika aku bawa istri dan calon anakku keluar sekarang, bgaimana nanti jika mereka malah sakit?
namun jika aku tunda keluar sampai hujan reda (yg aku sendiri blm tau kapan hujan itu akan reda),
bgaimana jika si kecil ini sudah memaksa untuk keluar (dari tempat tidurnya yg nyaman) saat ini jg?
ah, akhirnya kami putuskan untuk berangkat saja,
dan alhamdulillah, Allah memudahkan urusan kami,
hujan saat itu sudah mulai agak reda,
dan kami saat itu berangkat hanya membawa diri dulu, krn niat awalnya baru hendak cek dulu, blm mau menginap
setelah dicek, baru diketahui bahwa saat itu, kehamilan istriku sudah masuk pembukaan 1.
dan sdh pasti, istri pun sudah diminta untuk mulai menginap di sana,
maka aku pun pulang untuk membawa peralatan tempur dan neneknya untuk bantu menjaga dan memberi semangat.

selesai sholat maghrib dan isya' di masjid yg kucari di sekitar klinik situ,
akupun kembali mendampingi istri tercinta yg kala itu sedang berjuang.
alhamdulillah, saat itu kami bisa memesan kamar sendiri, tdk dicampur dgn pasien lainnya, sehingga untuk bergerak pun bs lbh leluasa.
awalnya, pembukaannya bs dibilang lancar,
namun smakin malam, entah knapa rasanya seperti tdk banyak terjadi kemajuan yg berarti, rasanya lama sekali.
malam itu kami semua sangat kekurangan tidur,
apalagi istriku.
selain kekurangan tidur, dia pun terpaksa harus uring2an menahan rasa sakitnya,
sambil tiduran, duduk, berjalan mondar-mandir, sangat terlihat rasa lelah dan kegelisahannya.
aduhai istriku,
pantas saja jika di dalam Islam, seorang ibu itu memiliki tempat yg sangat mulia.

krn menahan rasa sakit yg sangat, hingga tengah malam sempat terlintas di fikiran kami berdua untuk mengambil jalan pintas saja,
yaitu dengan cesar.
aku pun mengetuk pintu kamar perawat untuk meminta bantuannya memeriksa kondisi istri,
dan jg menyampaikan penderitaan yg sedang dirasakannya malam itu,
namun krn sang perawat mengabarkan bahwa hal tersebut adalah hal yg biasa terjadi pada calon ibu yg akan menjalani kelahiran pertama,
maka kami sedikit lbh lega, dan akupun harus memberikan dorongan semangat yg lbh kuat kpd istriku tercinta
yg kala itu sedang melakukan perjuangan yg aku tau sangat berat.
akan tetapi,
mungkin krn kelelahan yg sangat, akupun akhirnya tertidur jg ketika sedang membelai dan memberinya semangat,
sehingga mulai saat itu, akupun meninggalkannya sendirian berjuang. (maafkan aku sayang..)

skitar pukul 3 dini hari, aku dikejutkan oleh seseorang yg menggoyang-goyang tubuhku berusaha membangunkan,
cukup kaget jg, krn bgitu terbangun aku tdk mendapati istriku yg sesaat sebelum ku tertidur msh berada dalam belaianku (yg coba untuk kutidurkan),
oh, ternyata dialah yg sedang menggoyang-goyang tubuhku,
dan ternyata semalaman itu dia tidaklah tidur, (kasihan sekali dia).
bgitu kuterbangun, dia mengatakan bahwa saat itu dia merasakan sakit yg lbh kuat dari biasanya,
oh, mungkin itulah saat yg justru kami tunggu2 selama ini.
aku berjalan lg ke kamar perawat dan mengetuk2 pintunya, kmudian menyampaikan kabar kondisi istri td,
stelah itu kami dibawa ke ruangan persalinan, ternyata benar bahwa si kecil sdh mendesak ingin keluar.
saat itulah, aku menyaksikan betapa perjuangan yg sangat besar dari seorang ibu yg akan melahirkan anaknya.
sempat terlintas di fikiran, bagaimana aku dulu sering membuat ibuku marah,
sungguh saat itu aku merasa sangatlah bersalah.

aku terus membelai rambutnya sambil memberikan kata2 semangat,
dan kuberikan saputanganku untuk digigitnya sambil terus mengejan,
dan alhamdulillah,
sekitar pukul 03.15,
fayruz pun terlahir dengan sehat dan dalam kondisi yg sempurna.

betapa bangganya aku dengan ketabahan istriku,
dan sangat bahagia pula krn bisa mendampinginya sampai detik2 kelahiran putra kami tercinta.

Alhamdulillahi 'alaa kulli haal... :)


selamat datang anakku,
dan selamat bergabung dengan keluarga kecil dan bag\hagia ini. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar